Perebutan Lithium antara Tesla dan Perusahaan Teknologi Lain yang Kian Memanas

Perebutan Lithium yang kian memanas diantara para perusahaan teknologi

Saat ini, lithium merupakan komoditi terpanas yang sangat menjanjikan dalam dunia bisnis. Lithium ini menunjukkan pergerakan harga yang cukup positif selama tahun 2015. Pergerakan harga yang positif ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2016 ini dan pada akhirnya menjadi bensin jenis baru yang mendapatkan moniker dari “White Petroleum”. Dengan adanya langkah ini, maka persaingan harga akan semakin ketat. Selain itu, hal ini juga mendorong para pakar teknologi untuk berlomba-lomba untuk menemukan tempat berpijak dan dapat menghindari perebutan lithium.

Pergerakan harga Lithium yang positif selama tahun 2015

Dimulai dengan kehadiran baterai gigafactories, Powerball, serta bisnis penyimpanan energi, sekarang dunia menemukan cara untuk memulai siklus lithium adalah dengan cara mengamankan pasokan baru. Salah satu perusahaan yang siap memberikan usahanya adalah Tesla. Saat ini Tesa telah membangun gigafactory baterai di Nevada. Untuk pembangunan tersebut persahaan ini memerlukan berton-ton lithium dengan harga yang wajar.

Minggu lalu, Tesla mengumumkan rencananya tersebut untuk Model 3 yang telah mendapatkan sekitar 300.000 pre-order. Untuk menggambarkan bagaimana bermaknanya ide ini, Tesla hanya memproduksi kurang dari 50.000 mobil, namun sekarang mereka mendapatkan pre-order 300.000. Wow. Elon mengatakan bahwa selama pembukaan Tesla akan menelan banyak pasokan lithium di dunia untuk memproduksi 500.00 EVs tiap tahunnya.

Dunia teknologi memang selalu menyenangkan untuk dibahas. Selalu saja ada yang baru yang menarik untuk dibahas. Apalagi tentang perebutan lithium ini. Selalu menarik untuk diikuti perkembangannya.

Humam Nugroho
#passer seumur hidup dan musisi yang suka main band-bandan. sangat suka dengan sesuatu yang mirip @agnezmo