Adobe Creative Cloud 2014 Sasar Tiga Segmen Pengguna

PCtren – Anda yang hobi atau profesinya berkutat pada kreativitas desain tentu tak lagi asing dengan nama Adobe. Kini penyedia software kreatif tersebut baru saja meluncurkan paket terbaru mereka di 2014 yaitu Adobe Creative Cloud 2014.

Paket ini termasuk 14 versi baru dari aplikasi dekstop CC, termasuk tool penting seperti Adobe Photoshop CC, Adobe Illustrator CC, Adobe Dreamweaver CC dan Adobe Premiere Pro CC.

Dikatakan Adobe sebagai rilis software terbesar mereka sejak versi CS6 lalu, rilis kali ini turut meliputi 4 aplikasi mobile terbaru, update untuk layanan Creative Cloud, hingga ragam penawaran terbaru untuk korporat, pendidikan atau fotografi.

Adobe sendiri makin pede di 2014 ini. Perusahaan asal AS ini baru saja mengklaim jika jumlah pelanggan Creative Cloud mereka di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 2,3 juta pengguna, atau melebihi proyeksi awal ketika produk tersebut diluncurkan dua tahun yang lalu.

Adobe Creative Cloud untuk korporat berisi penawaran khusus atas penggunaan software skala besar yang kompatibel dengan produk Adobe lainnya seperti Marketing Cloud, Acrobat, Adobe Anywhere, dan Adobe Digital Publishing Suite.

Versi korporat mencakup lebih banyak layanan dengan fasilitas kolaborasi dan penyimpanan file cloud, serta pilihan yang semakin luas untuk tool dan dashboard baru guna manajemen pengguna dan entitlement.

Untuk pendidikan, Adobe juga memiliki tawaran lisensi berbasis perangkat yang disesuaikan untuk karakteristik ruang kelas dan laboratorium, dimana dikatakan Adobe lisensi tersebut tak terbatas pada pengguna tunggal, namun turut memungkinkan beberapa pengguna sekaligus mengakses software hanya dengan satu perangkat.

Untuk pelanggan fotografi, Adobe memperkenalkan Creative Cloud Photography Plan untuk Indonesia yang dibanderol dengan harga ‘kontrak’, Rp 96 ribu per bulan. Sedangkan aplikasi mobile terbaru dari Adobe digratiskan untuk pengguna dengan limitasi tertentu.

Destyan Prabowo
Seorang individu yang banting stir dan dihadapkan pada fakta bahwa stir tersebut ternyata patah. Lantas berimprovisasi dengan pedoman "As long as the wheels still moving forward, then it still count as a Go...