Strategi Baru Nokia Tak Lagi Termasuk Jualan Ponsel

PCtren, Jakarta – Setelah pasang surut, biduk anyar Nokia kini punya nahkoda dan strategi baru. Menariknya, dari tiga hal utama yang kini menjadi prioritas bisnis Nokia ‘baru’, ponsel tak lagi masuk dalam ‘jualan’ perusahaan yang telah diakuisisi Microsoft ini.

Setelah pada 1 Mei 2014 lalu resmi diawaki nahkoda baru, Rajeev Suri sebagai Presiden dan CEO terkini dari Nokia Corporation, Nokia selanjutnya turut buka kartu dimana mereka hanya akan fokus pada tiga bidang saja.

Tiga ‘produk’ bisnis Nokia di masa depan tersebut adalah bisnis Networks melalui Nokia Solutions and Networks, HERE yang merupakan cloud computing, dan Technologies yang dikatakan merupakan pengembangan portfolio kepada pihak ketiga atas lisensi kedua produk mereka tersebut.

Poin-poin utama ini disampaikan langsung oleh Dharmesh Malhotra, Presiden Direktur Nokia Solutions and Network  Sub-Region Indonesia di Jakarta pada Selasa (24/6).

“Lewat tiga bidang bisnis baru Nokia, diharapkan Nokia dapat kembali menjadi pemain kunci teknologi di masa depan yang lebih fokus kepada bisnis network jangka panjang,” jelas Dharmesh Malhotra di Crowne Plaza Hotel, pada Selasa (24/6).

Menjawab pertanyaan awak media, alasan utama Nokia untuk tak lagi fokus pada produk ponsel adalah ‘buntut’ kesepakatan mereka dengan Microsoft pasca akuisisi oleh raksasa AS tersebut, dimana produk-produk perangkat seluler mereka akan ‘dihibahkan’ pemasarannya kepada Microsoft.

Walaupun nama besar Nokia masih akan tertera untuk kepentingan promosi produk ponsel, di masa depan Nokia hanya akan berfokus pada tiga bidang bisnis mereka tersebut, yaitu Network, HERE dan Technologies.

Dikatakan Dharmesh, perangkat-perangkat telekomunikasi yang semakin akan canggih dan terhubung dalam 10 tahun ke depan akan membutuhkan dukungan konektivitas, lokasi, dan inovasi, dimana Nokia siap menjadi pemimpin dalam ranah tersebut.

“Dunia teknologi yang diambang perubahan akan terus menciptakan hal baru, layaknya terobosan penemuan internet di masa lalu,” lanjut Dharmesh.

Di Indonesia sendiri, Nokia melalui Nokia Solutions and Network, siap untuk memulai portfolio baru bisnis mereka dalam mendampingi bisnis ‘infrastruktur’ telko yang berbasis cloud.

Menargetkan awal 2015, Nokia Solutions and Network siap menawarkan solusi berupa efisiensi infrastruktur pada industri telko tanah air yang nantinya akan mengarah pada dukungan penuh terhadap penerapan teknologi LTE di tanah air.

“Proyek kami pada industri telko tak berkaitan langsung dengan LTE, namun tentu efisiensi yang kami tawarkan akan mendukung penerapan LTE secara penuh di Indonesia, mengingat kualitas jaringan yang semakin tinggi tentu membutuhkan dukungan yang juga semakin besar,” jelas Tomi Varonen, Head of Mobile Broadband Core Solution Team, Singapura.

Sementara itu, pada restrukturisasi organisasi internasional, nama-nama lama yang ada di tubuh Nokia seperti mantan CEO Stephen Elop, serta Jo Harrow dan Chris Weber selanjutnya telah ditarik ke Microsoft. Sementara mantan petinggi Nokia lain seperti Louise Pentland resmi hengkang dari Nokia.